Kamis, 13 Februari 2014

PENGGUNAAN UBI JALAR PUTIH DAN UNGU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN DAN PEWARNA ALAMI APEM TRIO APELA


PENGGUNAAN UBI JALAR PUTIH DAN UNGU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN DAN PEWARNA ALAMI APEM  TRIO APELA

Diajukan untuk Mengikuti LKTP Menciptakan Inovasi Jajanan Tradisional sebagai Alternatif Bahan Pangan yang Sehat dan Aman Himaghita

TIM :
1.      RETNO DAMAYANTI
2.      LISA NURMANINGSIH
3.      NIKEN DIAH AYU SAPUTRI

SMA N KEBAKKRAMAT
2012
LEMBAR PENGESAHAN
LOMBA KARYA TULIS PELAJAR
STUDENT’S FOOD CREATIVITY COMPETITION
1.      Judul Naskah                                      : Penggunaan Ubi Jalar Putih dan Ungu Sebagai Bahan Baku Pembuatan dan Pewarna Alami Apem Trio Apela
2.      Ketua Tim   :                                                
a.       Nama Lengkap                        : Retno Damayanti
b.      NIS                                         : 6497
c.       Sekolah/kelas                          : SMA N KEBAKKRAMAT/XII IPA 2      
3.      Anggota Tim                                       : 1. Lisa Nurmaningsih
                                                              2. Niken Diah Ayu S.
                                                                 
4.      Guru Pembimbing                               : 
a.       Nama Lengkap dan Gelar       : Etty VC. Bekti Rochayati, S.Pd, M.Pd
b.      NIP                                         : 196412221990032006

Karanganyar,04 September 2012
Menyetujui      :
Guru Pembimbing,

Etty VC. Bekti Rochayati, S.Pd, M.Pd
NIP. 196412221990032006
Ketua Tim,

Retno Damayanti
NIS. 6497


MOTTO

1.      Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses.- Lambert Jeffries
2.      Ketika kita menjadi tua, waktu akan membuat kita dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita, sebagai ganti dari orang-orang yang kita cintai.- J. Petit Senn
3.      Keberanian bukanlah ketidakhadiran rasa takut, tetapi melakukannya.- Montaigne
4.      Tak melakukan apa-apa merupakan kekuatan setiap orang. – Samuel Johnson
5.      Kebanyakan dari kita yakin bisa membuat orang lain bahagia dengan cara yang kita tentukan.- Robert S. Lynd
6.      Pastikanlah bahwa kepala anda tidak lebih tinggi dari topi anda.- Vergill
7.      Tempat untuk berbahagia itu disini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia.- Robert G. Ingersoll
8.      Ilmu pengetahuan yang sedikit menjauhkan anda dari Tuhan, namun pengetahuan yang mendalam mendekatkan anda kepada-Nya.- Louis Pasteur
9.      Berbuat salah memang manusiawi, tetapi jika penghapus lebih cepat habis daripada pensil, artinya terlalu banyak kesalahan yang dilakukan.- J.Jenkins
10.  Bukannya saya begitu cerdasnya. Hanya saya telah menghadapi masalah yang lebih lama.- Albert Einstein
11.  Kalau perjalanan semakin berat dan sukar, lanjutkanlah terus tanpa berhenti, maka kamu akan lebih cepat sampai daripada orang lain yang menganggap perjalanan itu mudah.- Anonim
12.  Tidak ada apapun yang berharga di dunia ini dapat diperoleh tanpa usaha dan kerja keras.- Abedkar
13.  Sesuatu yang besar tidak mungkin dicapai tanpa semangatyang besar.- Cirdes
14.  Jenius adalah kemampuan mengubah yang rumit menjadi  sederhana.- C.W. Ceran
15.  Hanya ikan yang bodoh yang bisa dua kali kena pancing dengan umpan yang sama.- Anonim















PERSEMBAHAN

Karya tulis ini kami persembahkan kepada :
1.      Tuhan Yang Maha Esa
2.      Kepala Sekolah SMA N Kebakkramat
3.      Guru dan Karyawan SMA N Kebakkramat
4.      Guru Pembimbing LKTP
5.      Siswa-siswa SMA N Kebakkramat
6.      Teman-teman XII IPA 2
7.      Orang tua












                                                             
Inovasi Penggunaan Ubi Jalar Putih dan Ungu sebagai Bahan Baku Pembuatan dan Pewarna Alami Apem  Trio Apela
Retno Damayanti, Niken Diah Ayu Saputri, Lisa Nurmaningsih
Guru Pembimbing : Etty VC. Bekti Rochayati, S.Pd, M.Pd
Kelas XII IPA 2, SMA N Kebakkramat, Surakarta

ABSTRAK

            Jajanan tradisional adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang kini mulai menyurut keberadaannya. Salah satunya yaitu Apem. Sebagai generasi bangsa kita harus mempertahankan warisan budaya jajanan tradisional.  Kami berinovasi dalam pembuatan apem dengan bahan baku ubi jalar (putih dan ungu) dan menggunakan bahan-bahan alami sebagai pewarnanya (daun pandan, gula jawa, ubi jalar ungu)  karena bahan tersebut mudah didapat di sekitar kita dan harganya murah. Metode yang kami gunakan adalah studi pustaka (internet, buku) dan studi lapangan (penelitian langsung, kuisioner). Subjek penelitiannya adalah 40 orang dengan usia yang bervariasi. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ubi jalar bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan apem dengan tekstur yang lebih halus dan penggunaan bahan pewarna alami juga lebih sehat dan menarik untuk dikomsumsi. Kesimpulannya, dengan bernovasi pada jajanan tradisional akan menarik konsumen untuk mengkomsumsinya, sehingga keberadaan jajanan tradisional akan kembali dan tidak ditinggalkan. Dengan responden bervariasi yang mendominasi suka terhadap Trio Apela menunjukkan bahwa ape mini disukai oleh segala usia.


Kata Kunci: Jajanan tradisional, ubi jalar (putih dan ungu) , pewarna alami



KATA PENGANTAR

      Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat, hidayah serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan Karya tulis ini. Selesainya penyusunan Karya Tulis ini tidak luput berkat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
1.      Drs. Hartono, M.Hum. selaku Kepala Sekolah SMA N Kebakkramat
2.      Ibu. Etty VC Bekti R. , S.Pd, M.Pd selaku guru pembimbing I
3.      Ibu.Dra. Soedarjati, S.Pd. selaku guru pembimbing II
4.      Orang tua
5.      Pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan Karya Tulis.
Harapan kami semoga Karya Tulis ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi semua pembaca. Karya Tulis ini kami akui masih jauh dari kata sempurna, dikarenakan  keterbatasan waktu dan kemampuan yang kami miliki. Oleh karena itu kami mohon maaf dan berharap adanya kritik maupun saran dari pembaca, dengan memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Karya Tulis ini. Semoga Allah SWT  memberikan balasan atas kebaikan yang telah anda berikan kepada kami. Amin.
Kebakkramat,  4 September 2012

Penulis



DAFTAR ISI

Halaman Judul......................................................................................................... i
Halaman Pengesahan............................................................................................... ii
Halaman Motto dan semboyan............................................................................... iii
Halaman Persembahan............................................................................................. v
Halaman Abstrak................................................................................................... vi
Halaman Kata Pengantar....................................................................................... vii
Halaman Daftar Isi.............................................................................................. viii
Bab I Pendahuluan
a.    Latar Belakang........................................................................................... .. 2
b.   Rumusan Masalah...................................................................................... .. 2
c.    Tujuan Penulisan........................................................................................ .. 2
d.   Manfaat Penulisan..................................................................................... .. 2
Bab II Tinjauan Pustaka
a.       Kondisi Pangan Tradisional di Indonesia................................................. .. 3
b.   Jajanan Tradisional....................................................................................... 3
c.   Pewarna Makanan........................................................................................ 4
d.   Ubi jalar....................................................................................................... 7
e.   Gula Jawa.................................................................................................. 10
f.   Tape singkong..........................................................................................    11
g.   Santan Kelapa.........................................................................................    12


Bab III Metode Penulisan
a.   Metode Pengumpulan Data dan  atau Informasi ...................................... 13
b.  Analisis Data dan atau Informasi ............................................................... 14
c.  Penarikan Kesimpulan................................................................................ 15
c.       Rumusan Saran ......................................................................................... 15
                                                       
Bab IV Pembahasan
a.       Asal-usul Apem......................................................................................... 16
b.      Keberadaan  Apem  di Indonesia.............................................................. 16
c.       Cara Pembuatan Trio Apela(Apem Tiga Warna) ...................................... 17
d.      Nilai Gizi .................................................................................................. 18
e.       Perbedaan Apem Biasa dengan Trio Apela .............................................. 19
f.       Respon Masyarakat .................................................................................. 19
Bab V Penutup
a.   Kesimpulan ............................................................................................... 22
b.   Saran.......................................................................................................... 22
Daftar Pustaka....................................................................................................... 24     
Lampiran-lampiran................................................................................................ 25









BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
        Indonesia memiliki beraneka ragam  makanan atau jajanan tradisional di setiap daerah yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang kita.  Jajanan  tradisional  merupakan salah satu budaya negara Indonesia  yang mencerminkan ciri khas dari setiap daerah di Indonesia. Pewarisan  jajanan tradisional berjalan melalui pengajaran atau kebiasaan memasak di dalam rumah tangga sebagai  kegiatan pokok kehidupan sehari-hari di segala zaman, serta melalui acara-acara yang berhubungan dengan adat istiadat atau budaya setempat pada kurun waktu tertentu.
        Masyarakat cenderung menganggap jajanan tradisional adalah makanan yang rendah dan kuno, bahkan urusan makan pun sekarang dijadikan ukuran status sosial seseorang. Orang yang kesehariannya mengonsumsi makanan modern ala barat, dianggap lebih terhormat.  Hal itu membuat keberadaan jajanan tradisional semakin langka dan tergantikan dengan jajanan modern. Jajanan tradisional jarang dipromosikan, sehingga kini kurang popular.
        Contoh jajanan tradisional adalah klepon, serabi, putu ayu, gatot, tiwul, apem, dll. Salah satu jajanan tradisional yang mulai langka yaitu apem. Apem adalah salah satu makanan tradisional dari Jawa. Sekarang keberadaan kue apem hanya terbatas dalam berbagai acara di tanah  jawa, misalnya  rasulan, selametan menjelang lebaran, dll.
        Berdasarkan hal tersebut, maka kami mencoba memberi inovasi pada apem dengan menambahkan bahan baku ubi jalar dan pewarna alami karena murah dan mudah didapat di sekitar kita. Harapan kami, semoga jajanan tradisional bisa kembali menjadi sorotan masyarakat dan tidak tergeser dengan adanya perkembangan zaman dengan berbagai makanan import maupun siap saji.
B.      Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan :
1.         Bagaimana asal usul kue apem ?
2.         Bagaimana keberadaan apem saat ini di kalangan masyarakat ?
3.         Bagaimana cara membuat Trio Apela (Apem Tiga Warna) ?
4.         Apa  kelebihan penggunaan bahan-bahan serta pewarna alami dalam Trio Apela ?
5.         Bagaimana respon masyarakat mengenai Trio Apela ?

C.      Tujuan Penulisan
Tujuan dari Karya tulis ini adalah :
1.         Untuk menunjukan asal-usul kue apem.
2.         Untuk mengetahui keberadaan apem saat ini di kalangan masyarakat.
3.         Untuk mengetahui cara membuat Trio Apela.
4.         Untuk mengetahui kelebihan bahan pewarna alami dalam kue apem Trio Apela.
5.         Untuk mengetahui respon masyarakat mengenai Trio Apela.

D.      Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan Karya Tulis Ilmiah  :
1.         Menciptakan inovasi jajanan tradisional sebagai alternatif pangan yang sehat dan aman
2.         Sebagai bahan informasi bagi masyarakat dalam membuat kue apem.
3.         Sebagai bahan referensi bagi peneliti berikut yang menyangkut bidang yang  sama.
4.         Meningkatkan kesadaran akan perlunya melestarikan makanan tradisional sebagai salah satu budaya nasional.
5.         Mendorong meningkatnya citra jajanan tradisional Indonesia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.         Kondisi Pangan Tradisional di Indonesia
              Makanan tradisional adalah makanan yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang kita. Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan keragaman alam memiliki kekayaan makanan tradisional yang beragam. Keragaman makanan tradisional timbul karena keragaman bahan, cara mengolah, dan cara penyajian, serta karena keragaman kegunaan atau fungsi misalnya sebagai hidangan pokok, hidangan ringan, hidangan pencuci mulut/penyegar, untuk kesehatan baik berupa minuman, ramuan, ataupun padatan.
              Pangan tradisional merupakan produk bercitarasa budaya tinggi yang berupa perpaduan antara kreasi mengolah hasil sumber daya lokal dengan selera berbumbu adat istiadat dan telah diwariskan secara turun temurun. Dengan demikian, pangan tradisional dapat dijadikan sarana untuk mewujudkan penganekaragaman pangan dalam meningkatkan daya saing bangsa. Pangan tradisional harus bisa menjadi ‘tameng’ untuk mengantisipasi adanya pergeseran lempeng pengaruh urbanisasi, globalisasi, industrialisasi, promosi dan menyeret masyarakat cenderung menyukai makanan import ataupun makanan siap santap.

B.    Jajajan Tradisional
   Jajanan Tradisional dapat berupa makanan dan minuman. Aneka makanan  dan minuman jajanan tradisional antara lain :

Makanan
Minuman
Apem
Bajigur
Arem-arem
Bandrek
Bandhem
Es Cendol
Blanggreng
Es Cincau
Cenil
Es Dawet
Gethuk Lindri
Es Goyang
Gulali
Es Lilin
Kembang Goyang
Es Teler
Ketimus
Sekoteng
Klepon
Wedhang Jahe
Kue Cucur
Wedhang Ronde
Kue Rangi
Beras Kencur
Kue Talam
Kunir Asem,dll.
Lemper

Lepet

Nagasari

Onde-onde

Putu Ayu

Serabi,dll.


C.         Pewarna Makanan
         Bahan pewarna makanan terbagi dalam 2 kelompok besar yakni pewarna alami dan pewarna buatan/sintesis. Di Indonesia, penggunaan zat pewarna untuk makanan (baik yang diizinkan maupun tidak) diatur dalam SK menteri kesehatan RI no.235/MenKes/per/VI/79 dan direvensi melalui SK menteri kesehatan RI no.722/MenKes/per/VI/88 mengenai bahan tambahan makanan.
1.Pewarna Makanan Buatan  
           Pewarna digunakan produsen untuk memberikan penampilan yang menarik pada hasil produksi mereka melalui penggunaan bahan–bahan tambahan kimiawi untuk makanan (BTM) atau Food Additives. Dalam menggunakan bahan pewarna sintetik/buatan, produsen harus memperhatikan batas maksimum penggunaannya pada makanan, agar bahan pewarna makanan tersebut tidak berbahaya bagi tubuh.
           Kelarutan pewarna sintetik ada 2 macam yaitu dyes dan lakes. Dyes adalah zat warna yang larut air dan diperjualbelikan dalam bentuk granula, cairan, campuran warna dan pasta. Lakes adalah pigmen yang dibuat melalui pengendapan dari penyerapan dyes pada bahan dasar, biasa digunakan pada pelapisan tablet, campuran adonan kue, cake dan donat.
           Batas Maksimun Penggunaan pewarna sintetik yang dizinkan seperti Pancrew 4 R : 300mg/Kg bahan makanan, tatrazin, brilliant blue dan sunset yellow : 100mg/Kg bahan makanan. Contoh pewarna buatan:

a.   Warna kuning  : Tartrazine (E102 atau Yellow 5), Sunset Yellow (E110, Orange Yellow/Yellow 6),  Quinoline Yellow (E104)           

b.   Warna merah   :  Ponceau 4R (E124 atau SX Purple), Eritrosin ( E127/FD&C Red No.3), Carmoisine (E122), Annato (E129)
c.    Warna hijau     : Fast Green FCF

d.   Warna jingga    : Allura Red (E129)

e.    Warna biru       : Brilliant Blue FCF(E133)

f.    Warna orange : Orange GCN (E111)

2. Pewarna Makanan Alami
               Pewarna alami diperoleh dari tanaman/hewan yang berupa pigmen alami yang banyak terdapat di sekitar kita, antara lain:  klorofil, karotenoid. Umumnya pigmen-pigmen ini bersifat tidak cukup stabil terhadap panas, cahaya, dan pH tertentu. Contoh :
a.    Warna Hijau : Daun Suji, Daun Pandan
Manfaat :                  
1. Sebagai rempah dan pemberi aroma makanan.
2. Sebagai kesehatan dan kecantikan.
3.  Sebagai tonikum, penambah nafsu makan, penenang, lemah syaraf, reumatik, pegal, sakit disertai gelisah, rambut rontok, ketombe, dan menghitamkan rambut.
4.  Sebagai bahan baku minyak wangi dan aromatherapy.
b.    Warna Merah        :  Secang (Caesalpinia sappan L.), Buah Bit, Cabai merah
c.     Warna Hitam         : Keluak, Merang
d.    Warna Ungu          : Bunga Telang, Ubi Ungu
e.     Warna Kuning      : Kunyit (Curcuma domestica)
f.     Warna Orange      : Wortel
g.    Warna Coklat        : Buah kakao, Gula merah

3. Kelebihan dan Kekurangan Pewarna Buatan
a.   Kelebihan :
1.  Warna lebih kuat dan stabil meski jumlah pewarna yang digunakan sedikit.
2.   Warna akan tetap cerah meskipun sudah mengalami proses pengolahan.
3.   Lebih praktis.
b.       Kekurangan :
1. Jika saat terkontaminasi logam berat akan membahayakan kesehatan.
2. Lebih mahal.

4. Kelebihan dan Kekurangan Pewarna Alami
a.         Kelebihan :
1.   Mudah didapat/diperoleh karena terdapat di sekitar kita.
2.   Lebih aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping.
b.         Kekurangan :
1.    Mudah mengalami degadrasi atau pemudaran pada saat diolah dan disimpan.
2. Memberikan rasa dan flavor khas yang tidak diinginkan.
3.  Konsentrasi dan stabilitas pigmen rendah.
4.  Keseragaman warna kurang baik.

D.         Ubi Jalar
                   Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis, tetapi ada juga yang menganggap ubi jalar berasal dari Papua. Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia. Manfaat tumbuhan tubi jalar ini sekitar 70-100 % umbi jenis ini telah dimanfaatkan untuk dikonsumsi di sebagian besar daerah tropik. Sekitar 10-30 % dikonsumsi sebagai sumber pangan, hanya 5-10 % untuk keperluan industri. Di Asia sekitar 30-35 % digunakan untuk industri alkohol maupun tepung.
Klasifikasi Ipomoea batatas (Ubi Jalar) :
1.
Kingdom
Plantae
2.
Divisi
Spermatophyta
3.
Subdivisi
Angiospermae
4.
Kelas
Dicotyledonae
5.
Ordo
Convolvulales
6.
Famili
Convolvulaceae
7.
Genus
Ipomoea
8.
Spesies
I. batatas


a.            Ubi Jalar Putih
 Berdasarkan hasil penelitian Dewa Ngurah Suprapta tahun 2003 :

Jenis             
Ubi jalar putih
Kalori
123 kkal
Karbohidrat
28,79%
Gula reduksi
0,32%
Lemak
0,77%
Protein
0,89%
Air
62,24%
Abu
0,93%
Serat
2,5%

b.            Ubi Jalar Ungu
            Ubi ungu dapat digunakan pewarna pada minuman dan makanan. Pewarna ini digunakan pada es krim, selai dan minuman anggur. Untuk pewarna makanan ubi ungu dapat digunakan pada mie, pizza, dan macam-macam kue.
       Berdasarkan hasil penelitian Dewa Ngurah Suprapta tahun 2003 :

JENIS               
Ubi jalar ungu
Kalori
123 kkal
Karbohidrat
12,64%
Gula reduksi
0,30%
Lemak
0,94%
Protein
0,77%
Air
70,46%
Abu
0,84%
Serat
3%

1.   Zat kimia yang terkandung
a.      Antosian
                Antosianin adalah zat warna alami golongan flavonoid yang tersebar luas di alam. Senyawa antosian memberikan warna merah, ungu, dan biru pada beberapa bunga, buah, dan sayuran. . Berdasarkan penelitian dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana di Bali ditemukan bahwa tumbuhan umbi ubi jalar ungu yang umbinya mengandung antosianin cukup tinggi yaitu berkisar antara 110 mg sampai 210 mg/100 gr.
b.      Betakaroten
               Betakaroten menunjukkan warna jingga pada ubi jalar. Betakaroten juga memberi isyarat akan tingginya kandungan senyawa Lutein dan Zeaxantin. Keduanya termasuk pigmen warna sejenis klorofil dan merupakan pembentuk vitamin A.
c.       Fenolat
               Fenolat pada ubi jalar sekitar 0,14 - 0,51 mg/g berat segar dan 0,4 - 0,6 mg/g berat segar).
d.      Vitamin A, E, dan C

3.     Manfaat dan khasiat
1.   Mengendalikan produksi hormon melatonin. Melatonin merupakan antioksidan yang menjaga kesehatan sel dan sistem saraf otak, sekaligus memperbaiki jika ada kerusakan. Asupan vitamin A yang kurang akan menghambat produksi melatonin dan menurunkan fungsi saraf otak sehingga muncul gangguan tidur dan daya ingat berkurang. Keterbatasan produksi melatonin berakibat menurunkan produksi hormon endokrin, sehingga sistem kekebalan tubuh merosot.
2.   Vitamin A dan E dapat mengoptimumkan produksi hormon melatonin. Mengkonsumsi ubi ungu dapat mempertajam daya ingat dan kesegaran kulit serta organ tetap terjaga. Kombinasi vitamin A (betakaroten) dan vitamin E dalam ubi jalar ungu dapat bekerja sama menghalau stroke dan serangan jantung.
3.  Vitamin E dan vitamin C, flavonoid (antosianin) yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan memiliki khasiat antioksidan
4.   Kalium dapat memangkas 40% risiko penderita hipertensi terserang stroke fatal, tekanan darah tinggi pun menurun 25%.
5.   Serat          
     Serat alami oligosakarida berfungsi  menyerap kelebihan lemak atau kolesterol, mencegah konstipasi, wasir, kanker kolon, memelihara keseimbangan flora usus dan bersifat prebiotik, yaitu merangsang pertumbuhan bakteri yang baik bagi usus sehingga penyerapan zat gizi menjadi lebih baik dan usus lebih sehat, mempermudah buang angin.
6. Lutein dan Zeaxantin memiliki peran penting menghalangi proses perusakan sel.

E.         Gula Jawa
Rasa               : Gula ini memiliki rasa yang manis.
Bentuk           : Berbentuk silinder (lingkaran) dan seperti belahan tempurung kelapa.
Warna            : Coklat kehitaman dan ada juga yang hitam.
Bahan            : Kelapa atau nira.
Kandungan dan manfaat :
1.         Mengandung garam mineral.
2.         Kandungan gula jauh lebih kecil.
3.         Mengandung Thiamine, Riboflavin, Nicotinic Acid, Ascorbic Acid, protein dan vitamin C.
4.         Sebagai terapi asma, kurang darah/anemia, lepra/kusta, dan untuk mempercepat pertumbuhan anak.
5.         Berguna mengatasi batuk demam, penyakit typhus.
6.         Berguna untuk mengurangi panas pankreas, menguatkan jantung, membantu pertumbuhan gigi kuat.

F.          Tape Singkong
       Tape mengandung karbohidrat serta vitamin A. Menurut dosen Teknologi Pascapanen Hortikultura, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud, Dr. Ir. Bambang Admadi Harsojuwono, tingginya kandungan vitamin A pada tape singkong dapat diketahui jika tape yang dihasilkan melalui proses fermentasi itu berwarna kuning.  Tape singkong yang dihasilkan berwarna putih berarti kandungan vitamin A-nya lebih sedikit.
           Proses fermentasi harus dilakukan secara optimal supaya manis. Ragi yang digunakan harus bermutu tinggi dan steril dan dengan bahan dasar yang baik,  ragi merupakan bahan utama dalam proses pembuatan tape dan terdapat mikroba sacchoromyces cereviceae yang mengeluarkan enzim dalam proses fermentasi. Manfaat air tape buntuk ik menghangatkan tubuh karena mengandung alkohol. Namun, bila dimakan berlebihan akan menyebabkan mabuk.


G.        Santan Kelapa
    Santan atau santen adalah cairan putih kental yang dihasilkan dari kelapa yang diparut dan kemudian diperas bersama air. Santan mempunyai rasa lemak dan digunakan sebagai perasa yang menyedapkan masakan menjadi gurih. Kelapa adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan (arecaceae) dan anggota tunggal dalam marga Cocos.
Manfaat kesehatan dari Kelapa:
1.  Melindungi dari penyakit  gondok biasa (yang memperbesar non-toxic tiroid) karena kandungan iodin organik yang    terdapat didalamnya.
2. Pembentuk badan yang baik, oleh karena itu kelapa direkomendasikan untuk orang yang mempunyai otot-otot tubuh yang kurus.
3. Untuk konstipasi dan kelebihan gas di dalam perut dan gangguan usus.
4. Santan kelapa diketahui dapat menolong kasus-kasus sakit tenggorokan dan mneyembuhkan maag.
5. Air kelapa baik untuk ginjal dan masalah kandung kemih















BAB III
METODE PENULISAN

A.  Metode Pengumpulan Data dan  atau Informasi
Karya Tulis Ilmah ini dikerjakan melalui metode :
1.      Studi Pustaka
a.       Internet
b.      Buku
2.      Studi Lapangan
a.       Penelitian Langsung atau Eksperimen
Tempat : SMA N KEBAKKRAMAT
Hari/Tanggal
Kegiatan
Rabu, 01 Agustus 2012
Mencari referensi & membuat laporan
Minggu, 05 Agustus 2012
Mencari referensi & membuat laporan
Senin, 06 Agustus 2012
Mencari referensi & membuat laporan
Jum’at,10 Agustus 2012
Mencari referensi  & membuat laporan
Sabtu, 11 Agustus 2012
Mencari referensi &  membuat laporan
Minggu, 12 Agustus 2012
Mencari bahan & percobaan I
Selasa,14 Agustus 2012
Membuat laporan
Rabu, 15 Agustus 2012
Percobaan II & uji reponden
Selasa, 27 Agustus 2012
Percobaaan III


b.         Kuisioner
Kuisioner adalah sejumlah daftar pertanyaan yang ditujukan kepada responden mengenaai sesuatu yang diteliti.

KUISIONER
LKTP INOVASI PANGAN
TRIO APELA (APEM TIGA WARNA)


Petunjuk :
·      Berilah tanda cek list () pada tabel, sesuai pendapat anda.
·      Berilah komentar pada tempat yang telah disiapkan.

SS
S
CS
KS
TS






Alasan           :




              Ket   :          


SS   : Sangat Suka
S     : Suka

CS  : Cukup Suka
KS  : Kurang Suka
TS   : Tidak Suka


B.   Analisis Data dan atau Informasi
1.      Teknik analisis data melalui studi pustaka (internet dan buku) dan studi lapangan (eksperimen).
2.      Cara pembuatan Trio Apela .
3.      Perbedaan Trio Apela dengan apem yang dibuat pada umumnya.
     

C.   Penarikan Kesimpulan
a.    Hipotesis kerja (Ha)
1.   Ubi Jalar (putih dan ungu) dapat digunakan sebagai bahan  baku campuran untuk membuat apem.
2.   Penambahan pewarna alami dari daun pandan, gula jawa, dan ubi ungu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
3.   Banyak masyarakat yang suka  apem dengan campuran ubi jalar (ketela).
b.    Hipotesis Nihil (Ho)
1.  Ubi jalar tidak bisa dijadikan campuran membuat apem.
2.  Penambahan pewarna alami dari daun pandan, gula jawa, dan ubi ungu tidak menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
3.  Sedikit  masyarakat yang suka  apem dengan campuran ubi jalar.

Berdasarkan kajian-kajian teori dan rumusan permasalahan yang telah kami tentukan, maka diduga:
“Ubi jalar (putih dan ungu) bisa dijadikan bahan baku apem, penambahan pewarna alami menjadi daya tarik dan disukai masyarakat”.

D.      Rumusan Saran
1.   Apa yang sebaiknya dilakukan agar warisan budaya di bidang kuliner khususnya jajanan tradisional tidak surut keberadaannya ?
2.   Apa yang sebaiknya dilakukan dalam pembuatan jajanan tradisional untuk meningkatkan variasi ?
3.      Apa yang sebaiknya dilakukan dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung pewarna?
4.      Apa yang sebaiknya dilakukan pemerintah dalam hal peredaran bahan-bahan zat pewarna ?


BAB IV
PEMBAHASAN

A.   Asal-usul Apem
            Apem adalah salah satu jajanan tradisional dari jawa. Menurut sejarah, pada suatu hari dibulan safar, Ki Ageng Gribig  yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya ke tanah suci. Ia membawa oleh-oleh tiga buah makanan dari sana. Tetapi saat akan dibagikan kepada penduduk, jumlahnya kurang. Maka ia bersama istrinya mencoba membuat kue sejenis. Setelah jadi, kue-kue ini  disebarkan kepada penduduk setempat. Penduduk yang berebutan mendengar Ki Ageng Gribig meneriakkan kata “yaqowiyu” yang berarti “Tuhan berilah kekuatan”. Dari sinilah masyarakat mengenal kue apem, yaitu berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang berarti ampunan dengan tujuan supaya masyarakat terdorong untuk selalu mohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan membagikan kue apem ini berlanjut pada acara-acara selametan menjelang ramadhan dengan harapan semoga Allah  berkenan membukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya kepada umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Dengan begitu umat muslim yang menjalankan ibadah puasa berharap dapat menjalankannya dengan lapang dada dan tenang. Sejarah lain mengungkapkan bentuk apem yang seperti payung mempunyai makna si pemakan apem kelak di akhirat nanti akan dipayungi sehingga tidak kepanasan.
(http://arianastory.blogspot.com/2010/11/di-balik-kue-apem.html)

B.   Keberadaan Apem di Indonesia
              Apem adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang mulai jarang ditemui. Apem biasanya hanya dibuat pada saat ada  upacara atau acara istiadat. Di zaman yang modern, bahan-bahan pembuatan apem telah dicampuri zat yang tidak seharusnya digunakan. Seperti pewarna buatan yang berbahaya bagi kesehatan. Untuk memberdayakan keberadaan apem sebagian masyarakat berusaha berinovasi atau menggunakan bahan yang berbeda sehingga menghasilkan resep baru. Resep baru dapat menambah daftar menu jajanan tradisional di Indonesia.

C.   Cara Pembuatan Trio Apela (Apem Tiga Warna)
a.      Bahan


·           300 gr tepung beras
·           150 gr tape singkong
·           75 gr ubi ungu kukus
·           150 gr ubi jalar putih kukus
·           90 ml santan kental
·         5 lembar daun suji
·         150 gr gula jawa
·         12 sdm gula pasir
·         garam secukupnya




b.      Cara Pembuatan
1.      Bagilah tepung beras menjadi 3 bagian sama rata sehingga menjadi adonan I, II, dan III.
2.      Masukkan ubi jalar putih kukus pada 2 bagian tepung yang sama rata.
3.      Masukkan ubi jalar ungu kukus ke dalam adonan III dan aduk hingga rata (Untuk warna ungu).
4.      Kemudian masukkan tape singkong (@50 gr) pada masing-masing bagian tepung dan aduk hingga merata.
5.      Blender daun suji dengan 200 ml air kemudian peras ke adonan I dan aduk hingga rata (Untuk warna hijau).
6.      Sisir gula jawa, campurkan ke adonan II dan aduk hingga rata (Untuk warna coklat).
7.      Buat wadah dari daun nangka menjadi bentuk kerucut dan letakkan diatas panci yang telah diisi nasi/ketela.
8.      Isi dengan adonan I, tunggu hingga beberapa menit lalu masukkan adonan II, dan terakhir adonan yang ke III dengan perbandingan 1:1:1
9.      Kukus  ± 30 menit dan sajikan (Untuk 20 buah)

D.   Nilai Gizi
Perbandingan kandungan gizi berdasarkan hasil penelitian Dewa Ngurah Suprapta tahun 2003
JENIS
Ubi jalar putih
Ubi jalar kuning
Ubi jalar ungu
Kalori
123 kkal
136 kkal
123 kkal
Karbohidrat
28,79%
24,47%
12,64%
Gula reduksi
0,32%
0,11%
0,30%
Lemak
0,77%
0,68%
0,94%
Protein
0,89%
0,49%
0,77%
Air
62,24%
68,78%
70,46%
Abu
0,93%
0,99%
0,84%
Serat
2,5%
2,79%
3%

Perbandingan kandungan antioksidan pada ubi jalar :
ANTIOKSIDAN per 100 gram
Ubi jalar putih
Ubi jalar kuning
Ubi jalar ungu campur jingga
Betakaroten
260 mkg (869 SI)
2900 mkg (9675 SI)
9900 mkg (32967 SI)
Vitamin C
28,68 mg/ 100 gr
29,22 mg/ 100 gr
21,43 mg/ 100 gr
Antosianin
0,06 mg/ 100 gr
4,56 mg/ 100 gr
110,51 mg/ 100 gr
Vitamin A







E.   Perbedaan Apem Biasa dengan Trio Apela
No.
Pembeda
Apem Biasa
Trio Apela
1.
Bahan baku
T.Beras
T.Beras + ubi jalar
2.
Warna
1 warna
3 warna
3.
Rasa
Original
Bervariasi
4.
Tekstur
Kurang lembut
Lebih halus & lembut

F.          Respon Masyarakat
TABEL PERHITUNGAN UJI RESPONDEN

NO.
NAMA
UMUR
SS
S
CS
KS
TS
1.
Adinda
17




2.
Alfian
17




3.
Ananda
17




4.
Ardika
17




5.
Ardian
17




6.
Arif
17




7.
Danika
17




8.
Desi
17




9.
Dyah
17




10.
Dyan
17




11.
Dwi
45




12.
Enggar
18




13.
Erma
44




14.
Etty
42




15.
Fajar
17




16.
Fitriana
17




17.
Gendro
17




18.
Hesti
18




19.
Ilma
17




20.
Lila
17




21.
Maharani
17




22.
Miyatul
17




23.
Nina
17




24.
Nuraini
17




25.
Nur H.
46




26.
Oky
17




27.
Rima
18




28.
Rita
17




29.
Rohmat
17




30.
Rony
17




31.
Rosyid
17




32.
Septika
17




33.
Sri Suparmi
41




34.
Sumiyem
53




35.
Sunarto
45




36.
Suyatmi
47




37.
Vanesha
17




38.
Wakhid
17




39.
Winda
17




40.
Yanti
16





Jumlah

3
28
4
3
2



Hasil Persentasi dari 40 Responden
SS
S
CS
KS
TS
7,5 %
70 %
10 %
7,5 %
5 %















BAB  V
PENUTUP

A.  Kesimpulan
        Hasil karya tulis ini menyimpulkan bahwa :
1.     Menciptakan makanan yang sehat untuk konsumsi masyarakat dengan penggunaan bahan-bahan alami.
2.  Ubi jalar bisa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat apem karena mudah didapat dan murah.
3.     Bahan pewarna alami (daun pandan, gula jawa) aman digunakan pada makanan untuk dikomsumsi  dan sebagai daya tarik tersendiri bagi konsumen.
4.     Penggunaan ubi jalar putih dan ungu dapat meningkatkan kandungan gizi pada apem Trio Apela dan menimbulkan perbedaan antara apem biasa dengan Trio Apela.
5.     Kandungan gizi pada Trio Apela lebih tinggi daripada apem biasa karena adanya penambahan bahan baku ubi jalar.
6.     Sebagian besar masyarakat merespon baik terhadap Trio Apela yang ditunjukkan oleh hasil kuisioner.

B.  Saran
1.  Sebaiknya masyarakat tetap mempertahankan dan mencintai warisan budaya di bidang kuliner khususnya jajanan tradisional supaya tidak surut keberadaannya.
2.     Sebaiknya masyarakat kreatif berinovasi dalam hal pembuatan jajanan tradisional dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.
3.    Sebaiknya masyarakat lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung pewarna.
4.  Sebaiknya pemerintah lebih tegas dalam hal peredaran bahan-bahan zat pewarna sintetis.




















DAFTAR PUSTAKA

http://www.jendela-alam.com. Diakses 05 Agustus 2012
Lingga, Pinus.1986.Bertanan Ubi-ubian.Jakarta : Penebar Swadaya.
Pipitfajar.wordpress.com.Diakses 05 Agustus 2012
Prachtyo.wordpress.com.Diakses 05 Agustus 2012
Suprapti, Lies.2003.Tepung Ubi Jalar Pembuatan dan Pemanfaatannya.Yogyakarta : Kanisius.




LAMPIRAN-LAMPIRAN
Biodata Peserta
2.      Nama                                 :           Retno Damayanti
Tempat dan tanggal lahir  :           Karanganyar, 14 Mei 1995
NIS                                   :           6497
Kelas                                 :           XII IPA 2
Sekolah                             :           SMA N KEBAKKRAMAT
Prestasi menulis                 :           -

3.      Nama                                 :           Lisa Nurmaningsih
Tempat dan tanggal lahir  :           Karanganyar, 24 Januari 1996
NIS                                   :           6386
Kelas                                 :           XII IPA 2
Sekolah                             :           SMA N KEBAKKRAMAT
Prestasi menulis                 :           -

4.      Nama                                 :           Niken Diah Ayu Saputri
Tempat dan tanggal lahir  :           Karanganyar, 23 September 1995
NIS                                   :           6391
Kelas                                 :           XII IPA 2
Sekolah                             :           SMA N KEBAKKRAMAT
Prestasi menulis                 :           -








Gambar 1.1 Uji makanan (mencampur reagen)
Gambar 1.2 Uji makanan





Gambar  1.3 Sebelum melakukan proses pembakaran

Gambar 1.4 Proses pembakaran


Gambar 1.5 Uji responden guru SMA N Kebakkramat

Gambar 1.6 Uji responden serta wawancara



Gambar 1.7 Uji responden pada anak muda


Gambar 1.8 Pengisian angket


Gambar 1.9 Bahan-bahan Trio Apela
Gambar 2.0 Trio Apela

1 komentar:

  1. Ubi Jalar juga bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Bagi anda yang sedang diet, ubi jalar menjadi pilihan yang sangt baik, untuk perawatan tubuh, seperti perawatan rambut dan elastisitas kulit, ubui jalar juga dapat dimanfaatkan. Selain itu, ubi jalar juga berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit, baik ringan maupun berat.

    Cari tahu selengkapnya tentang Ubi Jalar hanya di Seri Apotek Dapur: Sehat Tanpa Obat Dengan Ubi Jalar, Berkhasiat Untuk Penyakit Jantung, Stroke, Diabetes, Sampai Pegal Linu :

    https://goo.gl/xsq3wb


    honbookstore.com

    BalasHapus