PENGGUNAAN UBI JALAR PUTIH DAN UNGU SEBAGAI BAHAN BAKU
PEMBUATAN DAN PEWARNA ALAMI APEM TRIO
APELA
Diajukan untuk Mengikuti LKTP Menciptakan
Inovasi Jajanan Tradisional sebagai Alternatif Bahan Pangan yang Sehat dan Aman
Himaghita
TIM :
1. RETNO DAMAYANTI
2. LISA NURMANINGSIH
3. NIKEN DIAH AYU SAPUTRI
SMA N
KEBAKKRAMAT
LEMBAR
PENGESAHAN
LOMBA
KARYA TULIS PELAJAR
STUDENT’S
FOOD CREATIVITY COMPETITION
1. Judul
Naskah :
Penggunaan Ubi Jalar Putih dan Ungu Sebagai Bahan Baku Pembuatan dan Pewarna
Alami Apem Trio Apela
2. Ketua
Tim :
a.
Nama Lengkap : Retno Damayanti
b. NIS : 6497
c. Sekolah/kelas : SMA N
KEBAKKRAMAT/XII IPA
2
3. Anggota
Tim : 1. Lisa Nurmaningsih
2.
Niken Diah Ayu S.
4. Guru
Pembimbing :
a. Nama
Lengkap dan Gelar : Etty VC. Bekti
Rochayati, S.Pd, M.Pd
b. NIP : 196412221990032006
Karanganyar,04
September 2012
Menyetujui :
Guru
Pembimbing,
Etty VC. Bekti Rochayati, S.Pd, M.Pd
NIP. 196412221990032006
|
Ketua
Tim,
Retno Damayanti
NIS. 6497
|
MOTTO
1. Kegagalan
biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri
sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses.- Lambert
Jeffries
2. Ketika
kita menjadi tua, waktu akan membuat kita dikelilingi oleh orang-orang yang
mencintai kita, sebagai ganti dari orang-orang yang kita cintai.- J.
Petit Senn
3. Keberanian
bukanlah ketidakhadiran rasa takut, tetapi melakukannya.- Montaigne
4. Tak
melakukan apa-apa merupakan kekuatan setiap orang. – Samuel Johnson
5. Kebanyakan
dari kita yakin bisa membuat orang lain bahagia dengan cara yang kita
tentukan.- Robert S. Lynd
6. Pastikanlah
bahwa kepala anda tidak lebih tinggi dari topi anda.- Vergill
7. Tempat
untuk berbahagia itu disini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk
berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia.- Robert G. Ingersoll
8. Ilmu
pengetahuan yang sedikit menjauhkan anda dari Tuhan, namun pengetahuan yang
mendalam mendekatkan anda kepada-Nya.- Louis Pasteur
9. Berbuat
salah memang manusiawi, tetapi jika penghapus lebih cepat habis daripada
pensil, artinya terlalu banyak kesalahan yang dilakukan.- J.Jenkins
10. Bukannya
saya begitu cerdasnya. Hanya saya telah menghadapi masalah yang lebih lama.-
Albert Einstein
11. Kalau
perjalanan semakin berat dan sukar, lanjutkanlah terus tanpa berhenti, maka
kamu akan lebih cepat sampai daripada orang lain yang menganggap perjalanan itu
mudah.- Anonim
12. Tidak
ada apapun yang berharga di dunia ini dapat diperoleh tanpa usaha dan kerja
keras.- Abedkar
13. Sesuatu
yang besar tidak mungkin dicapai tanpa semangatyang besar.- Cirdes
14. Jenius
adalah kemampuan mengubah yang rumit menjadi
sederhana.- C.W. Ceran
15. Hanya
ikan yang bodoh yang bisa dua kali kena pancing dengan umpan yang sama.- Anonim
PERSEMBAHAN
Karya
tulis ini kami persembahkan kepada :
1. Tuhan
Yang Maha Esa
2. Kepala
Sekolah SMA N Kebakkramat
3. Guru
dan Karyawan SMA N Kebakkramat
4. Guru
Pembimbing LKTP
5. Siswa-siswa
SMA N Kebakkramat
6. Teman-teman
XII IPA 2
7. Orang
tua
Inovasi Penggunaan Ubi Jalar Putih dan Ungu sebagai Bahan
Baku Pembuatan dan Pewarna Alami Apem Trio
Apela
Retno
Damayanti, Niken Diah Ayu Saputri, Lisa Nurmaningsih
Guru Pembimbing : Etty
VC. Bekti Rochayati, S.Pd, M.Pd
Kelas
XII IPA 2, SMA N Kebakkramat, Surakarta
ABSTRAK
Jajanan
tradisional adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang kini mulai menyurut
keberadaannya. Salah satunya yaitu Apem. Sebagai generasi bangsa kita harus mempertahankan
warisan budaya jajanan tradisional. Kami
berinovasi dalam pembuatan apem dengan bahan baku ubi jalar (putih dan ungu)
dan menggunakan bahan-bahan alami sebagai pewarnanya (daun pandan, gula jawa,
ubi jalar ungu) karena bahan tersebut
mudah didapat di sekitar kita dan harganya murah. Metode yang kami gunakan
adalah studi pustaka (internet, buku) dan studi lapangan (penelitian langsung,
kuisioner). Subjek penelitiannya adalah 40 orang dengan usia yang bervariasi.
Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ubi jalar bisa digunakan sebagai bahan
baku pembuatan apem dengan tekstur yang lebih halus dan penggunaan bahan
pewarna alami juga lebih sehat dan menarik untuk dikomsumsi. Kesimpulannya,
dengan bernovasi pada jajanan tradisional akan menarik konsumen untuk
mengkomsumsinya, sehingga keberadaan jajanan tradisional akan kembali dan tidak
ditinggalkan. Dengan responden bervariasi yang mendominasi suka terhadap Trio
Apela menunjukkan bahwa ape mini disukai oleh segala usia.
Kata Kunci: Jajanan tradisional, ubi jalar (putih
dan ungu) , pewarna alami
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat, hidayah serta
karunia-Nya, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan Karya tulis ini.
Selesainya penyusunan Karya Tulis ini tidak luput berkat bantuan dari berbagai
pihak, oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami mengucapkan terima kasih
kepada yang terhormat :
1. Drs.
Hartono, M.Hum. selaku Kepala Sekolah SMA N Kebakkramat
2. Ibu.
Etty VC Bekti R. , S.Pd, M.Pd selaku guru pembimbing I
3. Ibu.Dra.
Soedarjati, S.Pd. selaku guru pembimbing II
4. Orang
tua
5. Pihak-pihak
yang telah membantu dalam pembuatan Karya Tulis.
Harapan kami
semoga Karya
Tulis ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi semua pembaca.
Karya Tulis ini kami akui masih jauh dari kata sempurna, dikarenakan keterbatasan waktu dan kemampuan yang kami
miliki. Oleh karena itu kami mohon maaf dan berharap adanya kritik maupun saran
dari pembaca, dengan memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan Karya Tulis ini. Semoga Allah SWT
memberikan balasan atas kebaikan yang telah anda berikan kepada kami.
Amin.
Kebakkramat, 4 September 2012
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul.........................................................................................................
i
Halaman
Pengesahan............................................................................................... ii
Halaman
Motto dan semboyan............................................................................... iii
Halaman
Persembahan............................................................................................. v
Halaman
Abstrak...................................................................................................
vi
Halaman
Kata Pengantar....................................................................................... vii
Halaman
Daftar Isi.............................................................................................. viii
Bab
I Pendahuluan
a. Latar
Belakang........................................................................................... .. 2
b. Rumusan Masalah...................................................................................... .. 2
c. Tujuan Penulisan........................................................................................ .. 2
d. Manfaat Penulisan..................................................................................... .. 2
Bab
II Tinjauan Pustaka
a.
Kondisi Pangan
Tradisional di Indonesia................................................. .. 3
b. Jajanan Tradisional....................................................................................... 3
c. Pewarna Makanan........................................................................................ 4
d. Ubi jalar....................................................................................................... 7
e. Gula Jawa.................................................................................................. 10
f. Tape singkong.......................................................................................... 11
g. Santan Kelapa......................................................................................... 12
Bab
III Metode Penulisan
a. Metode Pengumpulan Data dan atau Informasi ...................................... 13
b. Analisis Data dan atau Informasi ............................................................... 14
c. Penarikan Kesimpulan................................................................................ 15
c.
Rumusan Saran ......................................................................................... 15
Bab
IV Pembahasan
a.
Asal-usul Apem......................................................................................... 16
b.
Keberadaan Apem
di Indonesia.............................................................. 16
c.
Cara Pembuatan Trio
Apela(Apem Tiga Warna) ...................................... 17
d.
Nilai Gizi .................................................................................................. 18
e.
Perbedaan Apem Biasa
dengan Trio Apela .............................................. 19
f.
Respon Masyarakat .................................................................................. 19
Bab
V Penutup
a. Kesimpulan ............................................................................................... 22
b. Saran.......................................................................................................... 22
Daftar
Pustaka....................................................................................................... 24
Lampiran-lampiran................................................................................................ 25
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Indonesia
memiliki beraneka ragam makanan atau
jajanan tradisional di setiap daerah yang diwariskan secara turun temurun dari
nenek moyang kita. Jajanan tradisional
merupakan salah satu budaya negara Indonesia yang mencerminkan ciri khas dari setiap
daerah di Indonesia. Pewarisan jajanan
tradisional berjalan melalui pengajaran atau kebiasaan memasak di dalam rumah
tangga sebagai kegiatan pokok kehidupan
sehari-hari di segala zaman, serta melalui acara-acara yang berhubungan dengan
adat istiadat atau budaya setempat pada kurun waktu tertentu.
Masyarakat
cenderung menganggap jajanan tradisional adalah makanan yang rendah dan kuno,
bahkan urusan
makan pun sekarang dijadikan ukuran status sosial seseorang. Orang yang
kesehariannya mengonsumsi makanan modern ala barat, dianggap lebih terhormat. Hal itu
membuat keberadaan jajanan tradisional semakin langka dan tergantikan dengan
jajanan modern. Jajanan tradisional jarang dipromosikan, sehingga kini kurang popular.
Contoh
jajanan tradisional adalah klepon, serabi, putu ayu, gatot, tiwul, apem, dll.
Salah satu jajanan tradisional yang mulai langka yaitu apem. Apem adalah salah
satu makanan tradisional dari Jawa. Sekarang keberadaan kue apem hanya terbatas dalam berbagai
acara di tanah jawa, misalnya rasulan, selametan menjelang lebaran, dll.
Berdasarkan hal tersebut, maka kami
mencoba memberi inovasi pada apem dengan menambahkan bahan baku ubi jalar dan pewarna
alami karena murah dan mudah didapat di sekitar kita. Harapan kami, semoga
jajanan tradisional bisa kembali menjadi sorotan masyarakat dan tidak tergeser
dengan adanya perkembangan zaman dengan berbagai makanan import maupun siap
saji.
B.
Rumusan
Masalah
Dari
latar belakang diatas maka dapat dirumuskan :
1.
Bagaimana asal usul kue
apem ?
2.
Bagaimana keberadaan
apem saat ini di kalangan masyarakat ?
3.
Bagaimana cara membuat Trio
Apela (Apem Tiga Warna) ?
4.
Apa kelebihan penggunaan bahan-bahan serta pewarna
alami dalam Trio Apela ?
5.
Bagaimana respon
masyarakat mengenai Trio Apela ?
C.
Tujuan
Penulisan
Tujuan
dari Karya tulis ini adalah :
1.
Untuk menunjukan
asal-usul kue apem.
2.
Untuk mengetahui keberadaan
apem saat ini di kalangan masyarakat.
3.
Untuk mengetahui cara membuat Trio Apela.
4.
Untuk mengetahui kelebihan bahan pewarna alami dalam kue
apem Trio Apela.
5.
Untuk
mengetahui respon masyarakat mengenai Trio Apela.
D.
Manfaat
Penulisan
Manfaat
dari penulisan Karya Tulis Ilmiah :
1.
Menciptakan inovasi
jajanan tradisional sebagai alternatif pangan yang sehat dan aman
2.
Sebagai bahan informasi bagi masyarakat
dalam membuat kue apem.
3.
Sebagai bahan referensi bagi peneliti
berikut yang menyangkut bidang yang sama.
4.
Meningkatkan kesadaran akan perlunya
melestarikan makanan tradisional sebagai salah satu budaya nasional.
5.
Mendorong meningkatnya citra jajanan tradisional Indonesia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Kondisi
Pangan Tradisional di Indonesia
Makanan
tradisional adalah makanan yang diwariskan secara turun temurun dari nenek
moyang kita. Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan keragaman alam
memiliki kekayaan makanan tradisional yang beragam. Keragaman makanan
tradisional timbul karena keragaman bahan, cara mengolah, dan cara penyajian,
serta karena keragaman kegunaan atau fungsi misalnya sebagai hidangan pokok,
hidangan ringan, hidangan pencuci mulut/penyegar, untuk kesehatan baik berupa
minuman, ramuan, ataupun padatan.
Pangan
tradisional merupakan produk bercitarasa budaya tinggi yang berupa perpaduan
antara kreasi mengolah hasil sumber daya lokal dengan selera berbumbu adat
istiadat dan telah diwariskan secara turun temurun. Dengan demikian, pangan
tradisional dapat dijadikan sarana untuk mewujudkan penganekaragaman pangan
dalam meningkatkan daya saing bangsa. Pangan tradisional harus bisa menjadi
‘tameng’ untuk mengantisipasi adanya pergeseran lempeng pengaruh urbanisasi,
globalisasi, industrialisasi, promosi dan menyeret masyarakat cenderung
menyukai makanan import ataupun makanan siap santap.
B. Jajajan Tradisional
Jajanan Tradisional dapat berupa makanan dan
minuman. Aneka makanan dan minuman
jajanan tradisional antara lain :
Makanan
|
Minuman
|
Apem
|
Bajigur
|
Arem-arem
|
Bandrek
|
Bandhem
|
Es
Cendol
|
Blanggreng
|
Es
Cincau
|
Cenil
|
Es
Dawet
|
Gethuk
Lindri
|
Es
Goyang
|
Gulali
|
Es
Lilin
|
Kembang
Goyang
|
Es
Teler
|
Ketimus
|
Sekoteng
|
Klepon
|
Wedhang
Jahe
|
Kue
Cucur
|
Wedhang
Ronde
|
Kue
Rangi
|
Beras
Kencur
|
Kue
Talam
|
Kunir
Asem,dll.
|
Lemper
|
|
Lepet
|
|
Nagasari
|
|
Onde-onde
|
|
Putu
Ayu
|
|
Serabi,dll.
|
C.
Pewarna Makanan
Bahan pewarna makanan terbagi dalam
2 kelompok besar yakni pewarna alami dan pewarna buatan/sintesis. Di Indonesia,
penggunaan zat pewarna untuk makanan (baik yang diizinkan maupun tidak) diatur
dalam SK menteri kesehatan RI no.235/MenKes/per/VI/79 dan direvensi melalui SK
menteri kesehatan RI no.722/MenKes/per/VI/88 mengenai bahan tambahan makanan.
1.Pewarna Makanan Buatan
Pewarna digunakan produsen untuk
memberikan penampilan yang menarik pada hasil produksi mereka melalui
penggunaan bahan–bahan tambahan kimiawi untuk makanan (BTM) atau Food
Additives. Dalam menggunakan bahan pewarna sintetik/buatan, produsen harus memperhatikan batas maksimum penggunaannya pada makanan, agar
bahan pewarna makanan tersebut tidak berbahaya bagi tubuh.
Kelarutan pewarna
sintetik ada 2 macam yaitu dyes dan lakes.
Dyes adalah zat warna yang larut air dan diperjualbelikan dalam bentuk granula,
cairan, campuran warna dan pasta.
Lakes
adalah pigmen yang dibuat melalui pengendapan dari penyerapan dyes pada bahan
dasar, biasa digunakan pada pelapisan tablet, campuran adonan kue, cake dan
donat.
Batas Maksimun Penggunaan pewarna
sintetik yang dizinkan seperti Pancrew 4 R : 300mg/Kg bahan makanan, tatrazin,
brilliant blue dan sunset yellow : 100mg/Kg bahan makanan. Contoh
pewarna buatan:
a. Warna kuning : Tartrazine (E102 atau Yellow 5), Sunset Yellow (E110, Orange Yellow/Yellow 6), Quinoline Yellow (E104)
b.
Warna merah : Ponceau 4R (E124 atau SX Purple), Eritrosin ( E127/FD&C Red
No.3), Carmoisine (E122), Annato (E129)
c.
Warna hijau : Fast Green FCF
d. Warna jingga : Allura Red (E129)
e. Warna biru : Brilliant Blue FCF(E133)
f.
Warna orange :
Orange GCN (E111)
2. Pewarna Makanan Alami
Pewarna
alami diperoleh dari tanaman/hewan yang berupa pigmen alami yang banyak terdapat
di sekitar kita, antara lain: klorofil,
karotenoid. Umumnya pigmen-pigmen ini bersifat tidak cukup stabil terhadap
panas, cahaya, dan pH tertentu. Contoh :
a.
Warna Hijau : Daun Suji, Daun
Pandan
Manfaat :
1. Sebagai rempah dan pemberi aroma
makanan.
2. Sebagai kesehatan dan kecantikan.
3. Sebagai tonikum, penambah nafsu makan, penenang, lemah syaraf, reumatik, pegal,
sakit disertai gelisah, rambut rontok, ketombe, dan menghitamkan rambut.
4. Sebagai bahan baku minyak wangi dan aromatherapy.
b.
Warna
Merah : Secang
(Caesalpinia sappan L.), Buah Bit, Cabai merah
c.
Warna Hitam : Keluak, Merang
d.
Warna Ungu : Bunga Telang, Ubi Ungu
e.
Warna Kuning : Kunyit (Curcuma domestica)
f.
Warna Orange : Wortel
g.
Warna Coklat : Buah kakao, Gula merah
3. Kelebihan dan Kekurangan Pewarna
Buatan
a. Kelebihan :
1. Warna
lebih kuat dan stabil meski jumlah pewarna yang digunakan sedikit.
2. Warna akan tetap cerah meskipun
sudah mengalami proses pengolahan.
3. Lebih praktis.
b.
Kekurangan :
1. Jika
saat terkontaminasi logam berat akan membahayakan kesehatan.
2. Lebih
mahal.
4. Kelebihan dan
Kekurangan Pewarna Alami
a.
Kelebihan :
1. Mudah didapat/diperoleh karena
terdapat di sekitar kita.
2. Lebih aman dikonsumsi dan tidak
menimbulkan efek samping.
b.
Kekurangan :
1. Mudah mengalami degadrasi atau pemudaran
pada saat diolah dan disimpan.
2. Memberikan rasa dan flavor khas yang tidak diinginkan.
3. Konsentrasi dan stabilitas pigmen rendah.
4. Keseragaman warna kurang baik.
D.
Ubi Jalar
Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas
L.) adalah sejenis tanaman
budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan
kadar gizi
(karbohidrat)
yang tinggi. Ubi jalar berasal dari Amerika
Selatan tropis, tetapi ada juga yang menganggap ubi jalar
berasal dari Papua.
Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari Papua berpendapat
bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan
membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia. Manfaat tumbuhan tubi jalar ini sekitar 70-100 % umbi
jenis ini telah dimanfaatkan untuk dikonsumsi di sebagian besar daerah tropik.
Sekitar 10-30 % dikonsumsi sebagai sumber pangan, hanya 5-10 % untuk keperluan
industri. Di Asia sekitar 30-35 % digunakan untuk industri alkohol maupun
tepung.
Klasifikasi Ipomoea batatas (Ubi Jalar) :
1.
|
Kingdom
|
Plantae
|
2.
|
Divisi
|
Spermatophyta
|
3.
|
Subdivisi
|
Angiospermae
|
4.
|
Kelas
|
Dicotyledonae
|
5.
|
Ordo
|
Convolvulales
|
6.
|
Famili
|
Convolvulaceae
|
7.
|
Genus
|
Ipomoea
|
8.
|
Spesies
|
I. batatas
|
a.
Ubi
Jalar Putih
Berdasarkan
hasil penelitian Dewa Ngurah Suprapta tahun 2003 :
Jenis
|
Ubi jalar putih
|
Kalori
|
123 kkal
|
Karbohidrat
|
28,79%
|
Gula reduksi
|
0,32%
|
Lemak
|
0,77%
|
Protein
|
0,89%
|
Air
|
62,24%
|
Abu
|
0,93%
|
Serat
|
2,5%
|
b.
Ubi
Jalar Ungu
Ubi
ungu dapat digunakan pewarna pada minuman dan makanan. Pewarna ini digunakan
pada es krim, selai dan minuman anggur. Untuk pewarna makanan ubi ungu dapat
digunakan pada mie, pizza, dan macam-macam kue.
Berdasarkan
hasil penelitian Dewa Ngurah Suprapta tahun 2003 :
JENIS
|
Ubi jalar ungu
|
Kalori
|
123 kkal
|
Karbohidrat
|
12,64%
|
Gula reduksi
|
0,30%
|
Lemak
|
0,94%
|
Protein
|
0,77%
|
Air
|
70,46%
|
Abu
|
0,84%
|
Serat
|
3%
|
1. Zat kimia yang terkandung
a.
Antosian
Antosianin
adalah zat warna alami golongan flavonoid yang tersebar luas di alam. Senyawa
antosian memberikan warna merah, ungu, dan biru pada beberapa bunga, buah, dan
sayuran. . Berdasarkan penelitian
dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana di Bali ditemukan bahwa tumbuhan
umbi ubi jalar ungu yang umbinya mengandung antosianin cukup tinggi yaitu
berkisar antara 110 mg sampai 210 mg/100 gr.
b.
Betakaroten
Betakaroten menunjukkan warna
jingga pada ubi jalar. Betakaroten juga memberi isyarat akan tingginya
kandungan senyawa Lutein dan Zeaxantin. Keduanya termasuk pigmen warna sejenis
klorofil dan merupakan pembentuk vitamin A.
c.
Fenolat
Fenolat pada ubi jalar sekitar
0,14 - 0,51 mg/g berat segar dan 0,4 - 0,6 mg/g berat segar).
d.
Vitamin
A, E, dan C
3. Manfaat
dan khasiat
1.
Mengendalikan produksi
hormon melatonin. Melatonin merupakan antioksidan yang menjaga kesehatan sel
dan sistem saraf otak, sekaligus memperbaiki jika ada kerusakan. Asupan vitamin
A yang kurang akan menghambat produksi melatonin dan menurunkan fungsi saraf
otak sehingga muncul gangguan tidur dan daya ingat berkurang. Keterbatasan
produksi melatonin berakibat menurunkan produksi hormon endokrin, sehingga
sistem kekebalan tubuh merosot.
2. Vitamin
A dan E dapat mengoptimumkan produksi hormon melatonin. Mengkonsumsi ubi ungu dapat
mempertajam
daya ingat dan kesegaran kulit serta organ tetap terjaga. Kombinasi vitamin A (betakaroten)
dan vitamin E dalam ubi jalar ungu dapat bekerja sama menghalau stroke dan
serangan jantung.
3. Vitamin E dan vitamin C, flavonoid
(antosianin) yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan
memiliki khasiat antioksidan
4. Kalium
dapat memangkas
40% risiko penderita hipertensi terserang stroke fatal, tekanan darah tinggi
pun menurun 25%.
5. Serat
Serat alami oligosakarida berfungsi menyerap kelebihan lemak atau kolesterol, mencegah
konstipasi, wasir, kanker kolon, memelihara keseimbangan flora usus dan
bersifat prebiotik, yaitu merangsang pertumbuhan bakteri yang baik bagi usus
sehingga penyerapan zat gizi menjadi lebih baik dan usus lebih sehat,
mempermudah buang angin.
6. Lutein dan
Zeaxantin memiliki peran penting menghalangi proses perusakan sel.
E.
Gula
Jawa
Rasa : Gula ini memiliki rasa yang manis.
Bentuk : Berbentuk silinder (lingkaran) dan seperti belahan tempurung kelapa.
Warna : Coklat kehitaman dan ada juga yang hitam.
Bahan : Kelapa atau nira.
Kandungan dan manfaat :
1.
Mengandung garam
mineral.
2.
Kandungan gula jauh
lebih kecil.
3.
Mengandung Thiamine,
Riboflavin, Nicotinic Acid, Ascorbic Acid, protein dan vitamin C.
4.
Sebagai terapi asma,
kurang darah/anemia, lepra/kusta, dan untuk mempercepat pertumbuhan anak.
5.
Berguna mengatasi batuk
demam, penyakit typhus.
6.
Berguna untuk mengurangi
panas pankreas, menguatkan jantung, membantu pertumbuhan gigi kuat.
F.
Tape
Singkong
Tape mengandung karbohidrat serta vitamin A. Menurut dosen Teknologi Pascapanen
Hortikultura, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud, Dr. Ir. Bambang Admadi
Harsojuwono, tingginya kandungan vitamin A pada tape singkong dapat diketahui
jika tape yang dihasilkan melalui proses fermentasi itu berwarna kuning. Tape
singkong yang
dihasilkan berwarna putih berarti kandungan vitamin A-nya lebih sedikit.
Proses fermentasi harus dilakukan secara
optimal supaya manis. Ragi yang digunakan harus bermutu tinggi dan steril dan dengan bahan dasar yang baik, ragi
merupakan bahan utama dalam proses pembuatan tape dan
terdapat mikroba sacchoromyces cereviceae yang mengeluarkan
enzim
dalam proses fermentasi. Manfaat air tape buntuk ik menghangatkan tubuh karena mengandung alkohol. Namun, bila
dimakan berlebihan akan menyebabkan mabuk.
G.
Santan Kelapa
Santan atau santen adalah
cairan putih kental
yang dihasilkan dari kelapa yang diparut dan kemudian
diperas bersama air.
Santan mempunyai rasa lemak dan digunakan sebagai perasa yang menyedapkan
masakan menjadi gurih. Kelapa
adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan (arecaceae) dan
anggota tunggal dalam marga Cocos.
Manfaat
kesehatan dari Kelapa:
1. Melindungi dari penyakit gondok biasa (yang memperbesar non-toxic
tiroid) karena kandungan iodin organik yang terdapat
didalamnya.
2. Pembentuk badan yang baik, oleh karena itu kelapa direkomendasikan
untuk orang yang mempunyai otot-otot tubuh yang kurus.
3. Untuk konstipasi dan kelebihan gas di dalam
perut dan gangguan usus.
4. Santan kelapa diketahui dapat menolong kasus-kasus sakit
tenggorokan dan mneyembuhkan maag.
5. Air
kelapa baik untuk ginjal dan masalah kandung kemih
BAB III
METODE
PENULISAN
A. Metode Pengumpulan Data dan atau Informasi
Karya
Tulis Ilmah ini dikerjakan melalui metode :
1.
Studi
Pustaka
a. Internet
b. Buku
2.
Studi
Lapangan
a. Penelitian
Langsung atau Eksperimen
Tempat
: SMA N KEBAKKRAMAT
Hari/Tanggal
|
Kegiatan
|
Rabu, 01 Agustus 2012
|
Mencari referensi & membuat
laporan
|
Minggu, 05 Agustus 2012
|
Mencari referensi & membuat
laporan
|
Senin, 06 Agustus 2012
|
Mencari referensi & membuat
laporan
|
Jum’at,10 Agustus 2012
|
Mencari referensi & membuat laporan
|
Sabtu, 11 Agustus 2012
|
Mencari referensi & membuat laporan
|
Minggu, 12 Agustus 2012
|
Mencari bahan & percobaan I
|
Selasa,14 Agustus 2012
|
Membuat laporan
|
Rabu, 15 Agustus 2012
|
Percobaan II & uji reponden
|
Selasa, 27 Agustus 2012
|
Percobaaan III
|
b.
Kuisioner
Kuisioner
adalah sejumlah daftar pertanyaan yang ditujukan kepada responden mengenaai
sesuatu yang diteliti.
KUISIONER
LKTP INOVASI PANGAN
TRIO APELA (APEM TIGA WARNA)
Petunjuk :
·
Berilah tanda cek list
(√)
pada tabel, sesuai pendapat anda.
·
Berilah komentar pada
tempat yang telah disiapkan.
SS
|
S
|
CS
|
KS
|
TS
|
Alasan :
Ket :
SS :
Sangat Suka
S : Suka
CS :
Cukup Suka
KS : Kurang Suka
TS : Tidak Suka
B.
Analisis
Data dan atau Informasi
1. Teknik
analisis data melalui studi pustaka (internet dan buku) dan studi lapangan
(eksperimen).
2. Cara
pembuatan Trio Apela .
3. Perbedaan
Trio Apela dengan apem yang dibuat pada umumnya.
C.
Penarikan
Kesimpulan
a. Hipotesis
kerja (Ha)
1. Ubi
Jalar
(putih dan ungu) dapat digunakan sebagai bahan baku campuran untuk membuat apem.
2. Penambahan
pewarna alami dari daun pandan, gula jawa, dan ubi ungu menjadi daya tarik
tersendiri bagi masyarakat.
3. Banyak masyarakat yang
suka apem dengan campuran ubi jalar (ketela).
b. Hipotesis Nihil (Ho)
1. Ubi jalar tidak bisa dijadikan campuran membuat apem.
2. Penambahan pewarna alami dari
daun pandan, gula jawa, dan ubi ungu tidak menjadi daya tarik tersendiri bagi
masyarakat.
3. Sedikit masyarakat yang suka apem dengan campuran ubi jalar.
Berdasarkan kajian-kajian teori dan rumusan permasalahan yang telah kami tentukan, maka
diduga:
“Ubi jalar (putih dan ungu) bisa dijadikan bahan
baku apem, penambahan pewarna alami
menjadi daya tarik dan disukai masyarakat”.
D.
Rumusan
Saran
1. Apa
yang sebaiknya dilakukan agar warisan budaya di bidang kuliner khususnya
jajanan tradisional tidak surut keberadaannya ?
2. Apa
yang sebaiknya dilakukan dalam pembuatan jajanan tradisional untuk meningkatkan
variasi ?
3.
Apa yang sebaiknya dilakukan
dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung pewarna?
4.
Apa yang sebaiknya dilakukan
pemerintah dalam hal peredaran bahan-bahan zat pewarna ?
BAB IV
PEMBAHASAN
A.
Asal-usul Apem
Apem adalah salah satu jajanan
tradisional dari jawa. Menurut sejarah, pada suatu hari dibulan safar, Ki
Ageng Gribig yang merupakan keturunan
Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya ke tanah suci. Ia membawa oleh-oleh
tiga buah makanan dari sana. Tetapi saat akan dibagikan kepada penduduk,
jumlahnya kurang. Maka ia bersama istrinya mencoba membuat kue sejenis. Setelah
jadi, kue-kue ini disebarkan kepada
penduduk setempat. Penduduk yang berebutan mendengar Ki Ageng Gribig
meneriakkan kata “yaqowiyu” yang berarti “Tuhan berilah kekuatan”. Dari sinilah
masyarakat mengenal kue apem, yaitu berasal dari saduran bahasa arab “affan”
yang berarti ampunan dengan tujuan supaya masyarakat terdorong untuk selalu
mohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan membagikan kue apem
ini berlanjut pada acara-acara selametan menjelang ramadhan dengan harapan
semoga Allah berkenan membukakan pintu
maaf yang selebar-lebarnya kepada umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Dengan begitu umat muslim yang menjalankan ibadah puasa berharap dapat
menjalankannya dengan lapang dada dan tenang. Sejarah lain mengungkapkan bentuk
apem yang seperti payung mempunyai makna si pemakan apem kelak di akhirat nanti
akan dipayungi sehingga tidak kepanasan.
(http://arianastory.blogspot.com/2010/11/di-balik-kue-apem.html)
B.
Keberadaan Apem di Indonesia
Apem adalah salah
satu makanan tradisional Indonesia yang mulai jarang ditemui. Apem biasanya
hanya dibuat pada saat ada upacara atau
acara istiadat. Di zaman yang modern, bahan-bahan pembuatan apem telah
dicampuri zat yang tidak seharusnya digunakan. Seperti pewarna buatan yang
berbahaya bagi kesehatan. Untuk memberdayakan keberadaan apem sebagian
masyarakat berusaha berinovasi atau menggunakan bahan yang berbeda sehingga
menghasilkan resep baru. Resep baru dapat menambah daftar menu jajanan
tradisional di Indonesia.
C.
Cara
Pembuatan Trio Apela (Apem Tiga Warna)
a.
Bahan
·
300 gr tepung beras
·
150 gr tape singkong
·
75 gr ubi ungu kukus
·
150 gr ubi jalar putih
kukus
·
90 ml santan kental
·
5 lembar daun suji
·
150 gr gula jawa
·
12 sdm gula pasir
·
garam secukupnya
b.
Cara
Pembuatan
1. Bagilah
tepung beras menjadi 3 bagian sama rata sehingga menjadi adonan I, II, dan III.
2. Masukkan
ubi jalar putih kukus pada 2 bagian tepung yang sama rata.
3. Masukkan
ubi jalar ungu kukus ke dalam adonan III dan aduk hingga rata (Untuk warna
ungu).
4. Kemudian
masukkan tape singkong (@50 gr) pada masing-masing bagian tepung dan aduk
hingga merata.
5. Blender
daun suji dengan 200 ml air kemudian peras ke adonan I dan aduk hingga rata
(Untuk warna hijau).
6. Sisir
gula jawa, campurkan ke adonan II dan aduk hingga rata (Untuk warna coklat).
7. Buat
wadah dari daun nangka menjadi bentuk kerucut dan letakkan diatas panci yang
telah diisi nasi/ketela.
8. Isi
dengan adonan I, tunggu hingga beberapa menit lalu masukkan adonan II, dan
terakhir adonan yang ke III dengan perbandingan 1:1:1
9. Kukus ± 30 menit dan sajikan (Untuk 20 buah)
D.
Nilai
Gizi
Perbandingan
kandungan gizi berdasarkan hasil penelitian Dewa Ngurah Suprapta tahun 2003
JENIS
|
Ubi jalar putih
|
Ubi jalar kuning
|
Ubi jalar ungu
|
Kalori
|
123 kkal
|
136 kkal
|
123 kkal
|
Karbohidrat
|
28,79%
|
24,47%
|
12,64%
|
Gula reduksi
|
0,32%
|
0,11%
|
0,30%
|
Lemak
|
0,77%
|
0,68%
|
0,94%
|
Protein
|
0,89%
|
0,49%
|
0,77%
|
Air
|
62,24%
|
68,78%
|
70,46%
|
Abu
|
0,93%
|
0,99%
|
0,84%
|
Serat
|
2,5%
|
2,79%
|
3%
|
Perbandingan kandungan antioksidan pada ubi jalar :
ANTIOKSIDAN
per 100 gram
|
Ubi jalar
putih
|
Ubi jalar
kuning
|
Ubi jalar
ungu campur jingga
|
Betakaroten
|
260 mkg
(869 SI)
|
2900 mkg
(9675 SI)
|
9900 mkg
(32967 SI)
|
Vitamin C
|
28,68 mg/
100 gr
|
29,22 mg/
100 gr
|
21,43 mg/
100 gr
|
Antosianin
|
0,06 mg/
100 gr
|
4,56 mg/
100 gr
|
110,51 mg/
100 gr
|
Vitamin A
|
E.
Perbedaan
Apem Biasa dengan Trio Apela
No.
|
Pembeda
|
Apem Biasa
|
Trio
Apela
|
1.
|
Bahan
baku
|
T.Beras
|
T.Beras + ubi jalar
|
2.
|
Warna
|
1
warna
|
3 warna
|
3.
|
Rasa
|
Original
|
Bervariasi
|
4.
|
Tekstur
|
Kurang
lembut
|
Lebih halus & lembut
|
F.
Respon
Masyarakat
TABEL
PERHITUNGAN UJI RESPONDEN
NO.
|
NAMA
|
UMUR
|
SS
|
S
|
CS
|
KS
|
TS
|
1.
|
Adinda
|
17
|
√
|
||||
2.
|
Alfian
|
17
|
√
|
||||
3.
|
Ananda
|
17
|
√
|
||||
4.
|
Ardika
|
17
|
√
|
||||
5.
|
Ardian
|
17
|
√
|
||||
6.
|
Arif
|
17
|
√
|
||||
7.
|
Danika
|
17
|
√
|
||||
8.
|
Desi
|
17
|
√
|
||||
9.
|
Dyah
|
17
|
√
|
||||
10.
|
Dyan
|
17
|
√
|
||||
11.
|
Dwi
|
45
|
√
|
||||
12.
|
Enggar
|
18
|
√
|
||||
13.
|
Erma
|
44
|
√
|
||||
14.
|
Etty
|
42
|
√
|
||||
15.
|
Fajar
|
17
|
√
|
||||
16.
|
Fitriana
|
17
|
√
|
||||
17.
|
Gendro
|
17
|
√
|
||||
18.
|
Hesti
|
18
|
√
|
||||
19.
|
Ilma
|
17
|
√
|
||||
20.
|
Lila
|
17
|
√
|
||||
21.
|
Maharani
|
17
|
√
|
||||
22.
|
Miyatul
|
17
|
√
|
||||
23.
|
Nina
|
17
|
√
|
||||
24.
|
Nuraini
|
17
|
√
|
||||
25.
|
Nur H.
|
46
|
√
|
||||
26.
|
Oky
|
17
|
√
|
||||
27.
|
Rima
|
18
|
√
|
||||
28.
|
Rita
|
17
|
√
|
||||
29.
|
Rohmat
|
17
|
√
|
||||
30.
|
Rony
|
17
|
√
|
||||
31.
|
Rosyid
|
17
|
√
|
||||
32.
|
Septika
|
17
|
√
|
||||
33.
|
Sri Suparmi
|
41
|
√
|
||||
34.
|
Sumiyem
|
53
|
√
|
||||
35.
|
Sunarto
|
45
|
√
|
||||
36.
|
Suyatmi
|
47
|
√
|
||||
37.
|
Vanesha
|
17
|
√
|
||||
38.
|
Wakhid
|
17
|
√
|
||||
39.
|
Winda
|
17
|
√
|
||||
40.
|
Yanti
|
16
|
√
|
||||
Jumlah
|
3
|
28
|
4
|
3
|
2
|
Hasil Persentasi dari 40 Responden
SS
|
S
|
CS
|
KS
|
TS
|
7,5 %
|
70 %
|
10 %
|
7,5 %
|
5 %
|
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hasil karya tulis ini
menyimpulkan bahwa :
1. Menciptakan makanan yang sehat
untuk konsumsi masyarakat dengan penggunaan bahan-bahan alami.
2. Ubi jalar bisa digunakan
sebagai bahan baku untuk membuat apem karena mudah didapat dan murah.
3. Bahan pewarna alami (daun pandan, gula
jawa) aman digunakan pada makanan untuk dikomsumsi dan sebagai daya tarik tersendiri bagi
konsumen.
4. Penggunaan
ubi jalar putih dan ungu dapat meningkatkan kandungan gizi pada apem Trio Apela
dan menimbulkan perbedaan antara apem biasa dengan Trio Apela.
5. Kandungan gizi pada Trio Apela lebih tinggi
daripada apem biasa karena adanya penambahan bahan baku ubi jalar.
6. Sebagian besar masyarakat merespon baik
terhadap Trio Apela yang ditunjukkan oleh hasil kuisioner.
B. Saran
1. Sebaiknya masyarakat tetap mempertahankan dan
mencintai warisan budaya di bidang kuliner khususnya jajanan tradisional supaya
tidak surut keberadaannya.
2.
Sebaiknya masyarakat kreatif
berinovasi dalam hal pembuatan jajanan tradisional dengan memanfaatkan
bahan-bahan alami.
3. Sebaiknya masyarakat lebih berhati-hati dalam
mengkonsumsi makanan yang mengandung pewarna.
4. Sebaiknya pemerintah lebih tegas dalam hal
peredaran bahan-bahan zat pewarna sintetis.
DAFTAR PUSTAKA
http://food.detik.com/read/2012/04/30/125258/1904849/366/resep-kue-apem-jawa. Diakses 01 Agustus 2012
http://arianastory.blogspot.com/2010/11/di-balik-kue-apem.
Diakses 01 Agustus 2012
http://www.jendela-alam.com. Diakses 05 Agustus 2012
http://yuhandirapradipta.blogspot.com/2012/04/pewarna-makanan-alami-dan-buatan.html.Diakses 05 Agustus 2012
http://villesehat.blogspot.com/2011/11/bahaya-pewarna-sintetis-pada-makanan.html. Diakses 05 Agustus 2012
http://kehidupanremaja.blogdetik.com/2012/01/16/manfaat-gula-jawa-bagi-kesehatan.Diakses 11 Agustus 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Santan.Diakses 11 Agustus 2012
http://bambangdwisuharmoko.blogspot.com/2009/05/tape-singkong-sarat-manfaat.html.Diakses 11 Agustus 2012
Lingga,
Pinus.1986.Bertanan Ubi-ubian.Jakarta
: Penebar Swadaya.
Pipitfajar.wordpress.com.Diakses 05
Agustus 2012
Prachtyo.wordpress.com.Diakses 05
Agustus 2012
Suprapti,
Lies.2003.Tepung Ubi Jalar Pembuatan dan
Pemanfaatannya.Yogyakarta : Kanisius.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Biodata
Peserta
2. Nama : Retno Damayanti
Tempat dan tanggal lahir : Karanganyar, 14
Mei 1995
NIS : 6497
Kelas : XII IPA 2
Sekolah : SMA N KEBAKKRAMAT
Prestasi menulis : -
Prestasi menulis : -
3. Nama : Lisa Nurmaningsih
Tempat dan tanggal lahir : Karanganyar, 24
Januari 1996
NIS : 6386
Kelas : XII IPA 2
Sekolah : SMA
N KEBAKKRAMAT
Prestasi menulis : -
Prestasi menulis : -
4. Nama : Niken Diah Ayu Saputri
Tempat dan tanggal lahir : Karanganyar, 23
September 1995
NIS : 6391
Kelas : XII IPA 2
Sekolah : SMA N KEBAKKRAMAT
Prestasi menulis : -
Prestasi menulis : -
Gambar 1.1
Uji makanan (mencampur
reagen)
Gambar 1.2
Uji makanan
Gambar 1.3 Sebelum melakukan proses pembakaran
Gambar
1.4 Proses pembakaran
Gambar 1.5
Uji responden guru SMA N Kebakkramat
Gambar 1.6
Uji responden serta wawancara
Gambar 1.7
Uji responden pada anak muda
Gambar 1.8
Pengisian angket
Gambar 1.9
Bahan-bahan Trio Apela
Gambar 2.0
Trio Apela
Ubi Jalar juga bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Bagi anda yang sedang diet, ubi jalar menjadi pilihan yang sangt baik, untuk perawatan tubuh, seperti perawatan rambut dan elastisitas kulit, ubui jalar juga dapat dimanfaatkan. Selain itu, ubi jalar juga berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit, baik ringan maupun berat.
BalasHapusCari tahu selengkapnya tentang Ubi Jalar hanya di Seri Apotek Dapur: Sehat Tanpa Obat Dengan Ubi Jalar, Berkhasiat Untuk Penyakit Jantung, Stroke, Diabetes, Sampai Pegal Linu :
https://goo.gl/xsq3wb
honbookstore.com